Feeds:
Tulisan
Komentar

Kajian Islam

Salam Berbuah Cinta

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Tujuan pembangunan dibidang kesehatan adalah tercapainya hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan sebagai salah satu syarat peningkatan kualitas manusia dan kesejahteraan umum. Kesehatan juga merupakan investasi yang mengandung makna bahwa  kesehatan adalah kekayaan dan anugrah yang patut disyukuri, dijaga, dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya

Rumah sakit adalah suatu institusi multi padat yang komplek  (padat karya, padat   modal, padat profesi, padat teknologi dan  padat resiko). Kaitannya dengan  Sistem Kesehatan Nasional ( SKN ) adalah  merupakan pelayanan sosial kemasyarakatan  yang dikelola secara sosial ekonomi, dengan tujuan untuk memproduksi dan memberikan pelayanan kesehatan bermutu kepada masyarakat. Fungsi rumah sakit dalam tatanan yang diatur dalam SKN adalah sebagai pusat rujukan dan pengayom medis bagi puskesmas atau pemberi jasa pelayanan kesehatan lainnya yang berada diwilayah kerjanya, terutama untuk kasus-kasus kedaruratan medik.

`                Tantangan pembangunan kesehatan dan permasalahan pembangunan kesehatan khususnya di Rumah Sakit  kedepan makin bertambah berat, kompleks, dan bahkan kadang tidak terduga. Lebih dari pada itu, peran aktif diberbagai jejaring  pelayanan kesehatan dan lintas sektoral lainnya dalam pembangunan kesehatan menjadi sangat penting.

Oleh karena itu untuk menjawab tantangan yang semakin berat tersebut, dirumuskanlah suatu Rencana Strategis Lima Tahunan RSU Massenrempulu sebagai pondasi dalam memberdayakan segala potensi sumberdaya kesehatan yang dibutuhkan  dalam rangka lebih menjamin terselenggaranya pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, murah, memuaskan dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat lima tahun kedepan.

B.  Maksud dan Tujuan

Tujuan penyusunan Renstra SKPD RSUD Massenrempulu adalah :

  1. Menterjemahkan ,mengroperasionalkan dan mengimplementasikan  visi, misi dan agenda Pemerintah Daerah yang tertuang dalam RPJMD sesuai dengan Tugas dan fungsi Rumah Sakit.
  2. Terlaksananya program dan kegiatan RSU Massenrempulu secara  terencana dan terukur

Maksud dibuatnya Renstra SKPD RSUD Massenrempulu adalah membuat suatu         dokumen perencanaan pembangunan yang memberikan arah/ strategi pembangunan,           sasaran-sasaran strategis yang ingin dicapai selama lima tahun kedepan serta         memberikan arahan mengenai kebijakan umum dan program pembangunan daerah             selama lima tahun ke depan.

C. Landasan Hukum

1.Undang – Undang Nomor 17/2007 : RPJP Nasional Tahun 2005 – 1025;

2.Undang – Undang Nomor 33/2004 : Perimbangan Keuangan Antara pemerintah

Pusat dan Daerah;

3.Undang – Undang Nomor 32/2004 : Pemerintah Daerah dan Perubahannya

4.Undang – Undang Nomor 25/2004 : Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

5.Peraturan Pemerintah Nomor 65 /2005 Tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan

Standar Pelayanan Minimal.

6.Peraturan pemerintah No 8 taun 2008 tentang tahapan, tata cara penyusunan,

pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah.

7.Peraturan Menteri dalam Negari Nomor  59/2007 Tentang Pedoman Pengelolaan

Keuangan Daerah.

8.Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun

2009 – 2013 Kabupaten Enrekang

BAB II

TUGAS POKOK DAN FUNGSI SKPD

A.  Tugas  Pokok

Tugas Pokok Rumah Sakit Umum Massenrempulu adalah memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna, bermutu, terpadu dan menyeluruh serta terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

B.  Fungsi

Fungsi Rumah Sakit Umum Massenrempulu adalah :

1. Pelaksanaan  Pelayanan Medik

2. Pelaksanaan Pelayanan Penunjang Medik

3. Pelaksanaan Rehabilitasi Medik

4. Pelaksanaan Asuhan Keperawatan

5. Pelaksanaan Sistem Rujukan

6. Pelaksanaan Administrasi Keuangan

7. Tempat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bidang Kesehatan

C. Stuktur Organisasi

Susunan organisasi dan Tata Kerja SKPD RSU Massenrempulu sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 06 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Enrekang dengan susunan orgnisasi sebagai berikut :

  1. Kepala Kantor ( Direktur )
  2. Kepala  Bagian Tata Usaha

Terdiri dari 3 Kepala  Sub Bagian yaitu :

  1. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
  2. Kepala Sub Bagian Keuangan dan Asset
  3. Kepala Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan
  4. Kepala Bidang Pelayanan

Terdiri dari 3 Kepala  Seksi yaitu:

  1. Kepala Seksi Pelayanan Medik
  2. Kepala Seksi Pelayanan Keperawatan
  3. Kepala Seksi Perlengkapan Medik dan Non Medik
  4. Kepala Bidang Administrasi

Terdiri dari 3 Kepala  Seksi yaitu :

  1. Kepala Seksi Rekam Medik
  2. Kepala Seksi Rekam Non Medik
  3. Kepala Seksi Pengendalian Instalasi

D. Susunan Kepegawaian

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, RSU Massenempulu didukung oleh sumber daya manusia sebagai berikut :

No Jenis Ketenagaan PNS Kontrak/PTT Jumlah
1.

2.

3.

4.

Tenaga Medis :

- Dokter Spesialis THT

- Dokter Spesialis Anak

- Dokter Spesialis Bedah

- Dokter Spesialis Obgin

- Dokter Spesialis P. Dalam

- Dokter Umum

- Dokter Gigi

Tenaga Paramedis :

- Sarjana Keperawatan

- Penata Anastesi

- DIII Keperawatan

- DIII Kebidanan

- DIII Perawat Gigi

- SPR/SPK

- Pengatur Rawat Gigi

Tenaga Medis Non Perawatan :

- Sarjana Kesehatan  Masyarakat

- Apoteker

- Sarjana Farmasi

- DIII Analis Kesehatan

- DIII Analis Kimia

- DIII Rekam Medis

- DIII Fisioterapi

- DIII Radiologi

- DIII Gizi

- DIII Farmasi

- Tekniker Gigi

- ATEM

- Analisis Laboratorium

- SAA/SMF

- DII Pemasaran RS

Tenaga Non Medis

- Sarjana Ekonomi

- DIII Komputer

- DIII Adminitrasi

- DIII Sekretaris

- DIII teknik mesin/eletro

- SMU

- SMK

- STM

- SMP/SD

1

1

1

1

1

8

1

3

2

20

8

1

21

1

8

3

1

1

1

3

5

3

4

2

1

2

2

1

-

1

1

-

-

-

4

2

1

8

-

-

-

-

-

-

-

1

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

1

-

-

-

-

-

-

-

1

-

-

-

-

-

-

2

-

-

1

1

1

1

1

8

2

3

2

20

8

1

21

1

8

3

1

1

1

3

6

3

4

2

1

2

2

1

1

1

1

-

-

-

6

2

-

8

124 5 129

E. Unit Pelayanan dan Sarana Penunjang

  1. Instalasi Gawat Darurat 24 Jam
  1. Apotik 24 Jam
  2. Ruang ICU  ( Intensif Care Unit )
  3. Ruang Fisiotherapy ( Rehabilitasi Medik )
  4. Ruang Perawatan  Interna Utara ( VIP, Kelas I,II,III )
  5. Ruang Perawatan Interna Selatan ( VIP, Kelas I,II,III )
  6. Ruang Perawatan Bedah ( VIP, Kelas I,II,III )
  7. Ruang Perawatan  Anak ( VIP, Kelas I,II,III )
  8. Polikklinik  ( Umum, Bedah, Penyakit Dalam , THT, Anak, Kandungan dan Gigi )

10.  Ruang Administrasi dan Keuangan

11.  Ruang SISRUM (Sistem Informasi Rumah Sakit )

12.  TP2RI & TP2RJ Rekam Medis

13.  Ruang Komite Medik

14.  Ruang Auditorium

15.  Ruang Koperasi / Cafetaria

16.  Ruang Akreditasi

17.  Ruang Perpustakaan

18.  Ruang Askes

19.  Ruang Kamar Bersalin

20.  Ruang  Nifas ( VIP, Kelas I,II,III )

21.  Ruang  Operasi

22.  Laboratorium

23.  Unit Transfusi Darah Rumah Sakit

24.  Radiology

25.  Instalasi Gizi

26.  IPPRS

27.  Unit Laundry

28.  Perumahan Dokter

29.  Asrama  Karyawan Putra / Putri

30.  Area Parkir Karyawan dan Pengunjung

31.  Incenerator

32.  Ruang Security

33.  IPAL

34.  Genset Emergency

35.  Mushollah

36.  Gudang Perlengkapan Kantor

BAB III

GAMBARAN UMUM   KINERJA PELAYANAN

SKPD RSU MASSENREMPULU

A. Gambaran Kinerja Rumah Sakit

  1. Cakupan Pelayanan

Dalam menjalankan fungsinnya, Rumah Sakit Umum Daerah Enrekang melayani pasien rawat jalan dan rawat inap yang terdiri dari pasien kunjungan langsung  dan pasien rujukan. Adapun jumlah kunjungan pasien  RSUD Massenrempulu Enrekang dapat dilihat pada tabel berikut :

Jumlah Kunjungan Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap

RSU Massenrempulu Tahun 2004-2007

No URAIAN Jumlah Kunjungan ( Tahun )
2004 2005 2006 2007
1 Rawat Jalan 13.132 14.340 18.509 21.304
2 Rawat Inap :
- Jumlah Pasien 1.192 1.812 3.225 4.093
- Jumlah Hari Rawat 4.906 8.001 17.506 25.322
Total Kunjungan RJ + RI 14.324 16.152 21.734 25.397

Indikator Pengukuran Kinerja RSU Massenrempulu

Tahun 2005-2007

No Indikator Nilai Ideal Tahun
2005 2006 2007
1 Total Kunjungan ( B+L) - 16860 19421 21304
2 Total Pengunjung (B+L) - 9912 9597 11377
3 Jumlah Tempat Tidur - 35 77 89
4 Total Pasien Keluar (H+M) - 762 3225 4093
5 Total Lama Rawat - 3054 18975 21239
6 Jumlah Hari Perawatan - 3816 22397 25322
7 Rata-Rata Lama Rawat 6-9 Hari 4 Hari 4 Hari 5 Hari
8 BOR 75-85 % 30% 63 % 77%
9 BTO 40-50 Kali 21 Kali 42 Kali 45 Kali
10 TOI 1-3 Hari 12 hari 3 hari 3 hari
11 NDR <25/1000 6/1000 15/1000 14/1000
12 GDR <45/1000 28/1000 25/1000 31/1000

Cakupan Pelayanan RSUM Berdasarkan Sumber Pembiayaan Pasien

Tahun 2007

No. BULAN ASKESKIN ASKES SOSIAL UMUM JUM LAH
Rawat

Inap

Rawat

Jalan

Total Rawat

Inap

Rawat

Jalan

Total Rawat

Inap

Rawat

Jalan

Total
1 Triwulan I 446 1153 463 187 1298 1485 331 772 1103 4187
2 Triwulan II 371 1151 1.083 165 1343 1508 262 594 856 2200
3 Triwulan III 370 688 984 184 1052 1236 261 878 1139 3425
4 Triwulan IV 397 738 883 182 876 1058 265 837 1102 3295
T O T A L 1584 3730 5.314 718 4569 5287 1119 3081 4200 13107

2. Pendapatan

Target, Realisasi dan Presentase Realisasi PAD

Rumah Sakit Umum Massenrempulu

Tahun  2004 – 2007

Tahun Target Realisasi PAD Presentase

2004

2005

2006

2007

Rp.   110.000.000,-

Rp.   121.000.000,-

Rp.   400.000.000,-

Rp.   683.912.381,-

Rp.142.208.200,-

Rp.206.766.300,-

Rp.501.471.620,-

Rp. 2.228.703.091,-

130 %

170 %

125 %

306 %

B. Identifikasi  Lingkungan Strategis Internal

  1. Kualitas pelayanan
Kekuatan Kelemahan

Jumlah kunjungan  rawat  jalan  dan rawat inap meningkat

BOR  71,5 % ( Kategori Baik )

Telah Terakreditasi  5 Pelayanan

Perubahan kelas Dari D menjadi C

Pengelolaan manjajemen Berdsarkan SIMRS

Playanan gratis bagi Masyarakat miskin dan rawat inap Kls III

Jaminan keamanan 24 Jam

Umur Harapan Hidup  Kabupaten 72,7 Tahun ( Nas=70,6 Tahun)

Pelayanan belum Costumer Oriented

Angka infeksi Nosokomial masih tinggi  ( 12,65%)

Angka kematian bayi 3,8%

Angka Kematian Ibu melahirkan 0, 24 %

Implementasi SOP belum optimal

Kerja sama Tim masih kurang

Unit pelayanan belum semua terakreditasi

Pengendalian manajemen belum maksimal

  1. Sumber Daya Manusia Kesehatan
Kekuatan Kelemahan

Tersedianya  tenaga ahli (dokter spesialis )

Pemberdayaan tenaga kesehatan sukarela, PTT dan magang

Komitmen pimpinan dan  pemda untuk peningkatan  sumber daya  manusia cukup baik

Etos kerja   masih rendah

Skil masih kurang

Jumlah tenaga PNS belum memadai

Disiplin  dan komitmen SDM masih rendah

Struktur organisasi belum  direfisi

  1. Sarana Dan Prasarana
Kekuatan Kelemahan
Sarana penunjang dan gedung fisik cukup memadai

Adanya penambahan tempat tidur menjadi 170 buah

Peralatan medis dan non medis cukup memadai

Rencana pembentukan UTDRS

Pemamfaatan sarana dan prasarana belum optimal

Inventarisasi sarana belum dikelola secara baik

Informasi skema alur pelayanan belum memadai

C. Identifikasi  Lingkungan Strategis Eksternal

- Aksesibilitas

Peluang Tantangan
Mudah dijangkau (Strategis)

Menggunakan Call SMS

Pusat rujukan 13 Puskesmas di Kab. Enrekang

Kerjasama lintas sektoral dan lintas Kabupaten cukup baik

Satu – satunya RS di Kabupaten Enrekang

Daya Beli Masyarakat Rendah

Sebagai dampak dari krisis  Global

Harga alat kesehatan sangat mahal

Kebiasaan Masyarakat yang  kurang Memanfaatkan sarana  Kesehatan

Tuntutan masyrakat  semakin  tinggi

Informasi perkembangan    pelayanan RS  masih terbatas

Cakupan rawat jalan / penduduk masih rendah (Ekg =1,5%) (Nas = 1,6%) ( Sul – sel=1,7%)

D.    Rumusan Isu Strategis

Derajat kesehatan di Indonesia telah mengalami kemajuan yang cukup bermakna. Peningkatan derjat kesehatan masyarakat antara lain ditunjukan dengan menurunnya angka kematian ibu melahirkan , meningkatnya umur harapan hidup dan akses pelayanan kesehatan yang mulai membaik. Namun demikian disparatis derajat kesehatan antar wilayah dan antar kelompok tingkat sosial ekonomi penduduk masih tinggi. Derajat kesehatan di Indonesia juga masih jauh tertinggal dari derajat kesehtan negara – negara ASEAN lainnya.

Kualitas  pelayanan kesehatan  di Kabupataen Enrekang khususnya di            RSU Massenrempulu pada  lima tahun terakhir juga mengalami kemajuan yang cukup pesat. Hal  ini dibuktikan dengan  adanya peningkatan akses pelayanan  kesehatan di                 Rumah Sakit  ( kunjungan rawat jalan dan rawat inap),  menurunnya angka kematian Ibu serta  meningkatnya umur harapan hidup menjadi 72,7 tahun. Keberhasilan ini ditunjang dengan adanya  peningkatan  kelas dari kelas D menuju Kelas C . Persoalan letak tata ruang dan bangunan RS Umum yang selalu menjadi  kendala   selama belasan tahun pun kini telah teratasi dengan berdirinya bangunan baru dengan letak yang lebih strategis. Perkembangan lain adalah sarana dan prasarana RS yang cukup memadai, dan meningkatnya sumber daya kesehatan RS serta komitmen dan tekad pemerintah daerah dalam menyukseskan pembangunan kesehatan di Kabupaten Enrekang.

Walau secara umum pembangunan kesehatan di kabupaten Enrekang cenderung  membaik, namun masih juga terdapat faktor  kelemahan  yang akan menghambat optimalisasi peningkatan derajat kesehatan lima tahun kedepan. Diantaranya adalah kondisi kesehatan lingkungan yang belum memadai shingga angka penyakit menular seperti diare (rengking I dari 10 jenis penyakit terbesar tahun2007) dan ISPA masih mendimonasi,  masih tingginya angka infeksi Nosokomial di RS yang masih mencapai  15,4% pada tahun 2007, masih  kurangnya kualitas dan kuantitas SDM dibidang kesehatan, dan  masih belum memadainya sarana dan prasarana sesuai standar pelayanan, kurangnya promosi kesehatan dalam upaya  pemberdayaan masyarakat, serta angka  kematian bayi  yang masih tinggi .

Dari analisis perkembangan dan masalah pembangunan kesehatan di Indinesia khususnya di Kabupaten Enrekang serta  mencermati hasil identifikasi  lingkungan internal dan eksternal  diatas  maka isu strategis yang masih dihadapi oleh Rumah Sakit Umum Massenrempulu kedepan adalah :

  1. Upaya pemerataan dan keterjangkauan pelayanan yang bermutu belum optimal sehingga kualitas pelayanan di RS massenrempulu masih perlu ditingkatkan lagi.
  2. Kualitas dan kuantitas Sumberdaya Manusia Kesehatan di Rumah Sakit masih rendah, belum merata dan  belum sesuai dengan kebutuhan  pembangunan kesehatan .
  3. Sistem pengendalian manajemen sumberdaya kesehatan dan pengawasan internal belum berjalan lancar.
  4. Kualitas  dan kuantitas sarana dan prasarana di Rumah Sakit Massenrempulu masih perlu ditingkatkan  sesuai kebutuhan dan perkembangan IPTEK bidang kesehatan.
  1. Standar dan pedoman pelaksanaan pelayanan kesehatan masih terbatas, baik jumlah maupun    kualitasnya.
  2. Berbagai lingkungan strategis baik internal maupun eksternal termasuk globalisasi , masih kurang mendukung pembangunan kesehatan.


BAB IV

VISI, MISI, STRATEGI, & KEBIJAKAN

  1. VISI DAN  MISI
    1. Visi

Sebagai salah satu pelaku pembangunan, maka Rumah Sakit Umum           Massenrempulu harus dengan seksama memperhatikan  agenda pembangunan yang tertuang dalam RPJMD yaitu ’Peningkatan Kualitas Pengelolaan Pelayanan Kesehatan’ . Dengan memperhatikan agenda pembangunan tersebut dan untuk mendukung rencana pembangunan kesehatan menuju indonesia sehat 2010, dan juga mempertimbangkan perkembangan, masalah serta berbagai kecenderungan pembangunan kesehatan kedepan maka ditetapkan Visi Rumah sakit Umum  Massenrempulu  :

Selangkah Lebih Baik  dari RS Terkemuka”

Untuk memahami secara konsepsional visi tersebut, diuraikan sbb:

Selangkah lebih baik, dalam pengertian bahwa prioritas utama  dalam upaya  meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah memberi pelayanan terbaik untuk menjadi yang terbaik  dalam hal kualitas dan mutu  pelayanan.

Dari RS Terkemuka, dalam pengertian bahwa RSUM ingin lebih baik dalam hal mutu pelayanan  dari RS  yang memiliki tingkatan kelas yang lebih tinggi,  terkenal dan memiliki gedung fisik yang megah serta SDM yang memadai.

  1. Misi
    1. a. Menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan yang murah, aman,  berkualitas        dan terjangkau.
    2. b. Meningkatkan  Kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia rumah sakit   yang berdaya saing kuat, profesional dan religius.
    3. Meningkatkan Kualitas  Sarana dan Prasarana RS untuk kepentingan publik.
    4. Motto

Kesembuhan  Anda Adalah Kebahagiaan Kami

  1. Falsafah

Hidup Sehat, Terawat, Penuh Manfaat

  1. Nilai  ( Janji Layanan )

Tata nilai yang menjadi dasar dalam memberikan pelayanan tertuang dalam           JANJI LAYANAN RSU MASSENREMPULU :

M = Mutu dan kualitas layanan diutamakan demi  meningkatkan derajat                                   kesehatan masyarakat.

A  =  Arif, inovatif, kreatif  dan bertanggungjawab dalam mengemban  tugas

S  =  Sopan dan Santun berperilaku  tanpa membedakan status social

P  =  Profesionalisme  berdasarkan  kompetensi, jabatan dan keahlian

U =  Ulet dan disiplin dalam melaksanakan tugas pelayanan

L  =  Loyal dalam pengabdian kepada negara, bangsa dan masyarakat

  1. TUJUAN

Untuk mendukung agenda pembangunan yang  telah ditetapkan dalam RPJM Kabupaten Enrekang, Maka Rumah Sakit Umum Massenrempulu menetapkan tujuan sebagai berikut  :

Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pengelolaan pelayanan kesehatan yang berkualitas

Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan diatas maka RSU Massenrempulu menetapkan sasaran dan target sebagai berikut :

  1. Meningkatnya cakupan layanan kesehatan

Sasaran yang ditetapkan adalah

  1. Meningkatnya jumlah kunjungan pasien rawat jalan dari 21.672 menjadi 30.340 kunjungan.
  2. Meningkatnya jumlah kunjungan pasien rawat inap dari 4093  menjadi  5525 kunjungan.
  3. Meningkatnya jumlah kunjungan rawat darurat dari 2.534 menjadi 3167 kunjungan.
  4. Meningkatnya angka pemanfaatan tempat tidur ( BOR ) dari 50% menjadi 70,1%
  5. Meningkatnya jumlah pasien miskin yang terlayani dari 5.876 menjadi 8.814 pasien.

2.  Meningkatnya kualitas layanan kesehatan  di RS

Sasaran yang ditetapkan adalah :

  1. Meningkatnya alat kesehatan / kedokteran yang beroperasi sesuai standar (95%)
  2. Meningkatanya persentase penyediaan obat esensial generik atas persediaan obat di RS dari 88,2 % menjadi 98,5%
  3. Meningkatnya jumlah tenaga ahli bagi kalangan dokter dan Paramedis di RS menjadi 8 dokter ahli.
  4. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan di RS dari 0,24 %  menjadi 0 %
  5. Menurunnya jumlah angka kematian bayi di RS  dari 3,8% menjadi 2,0%
  6. Menurunnya angka infeksi Nosokomial  di RS dari 12,65 % menjadi 5,5%
  7. Meningkatnya tingkat kepuasan pelanggan ( 95%)
  1. STRATEGI

Agenda program yang akan disiapkan  untuk menangani  sasaran dan target.yang telah dirumuskan adalah  :

  1. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang murah dan berkualitas
  2. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelayanan kesehatan
  3. Meningkatkan promosi kesehatan.
  4. Menerapkan  manajemen sumber daya kesehatan dan pengelolaan Rumah Sakit yang profesional
  5. Mengembangkan sumber daya manusia RS melalui pendidikan keahlian dan pengembangan skil  bagi dokter dan paramedis.
  6. Meningkatkan cakupan layanan kesehatan pada semua unit pelayanan

D.  KEBIJAKAN

Kebijakan mengacu pada agenda pembangunan yang telah   ditetapkan dalam    RPJMD  sebagai acuan dalam pemetaan program dan kegiatan di RS Massenrempulu  yaitu :

  1. Peningkatan pelayanan kesehatan yang murah dan berkualitas
  2. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana pelayanan kesehatan
  3. Peningkatan promosi kesehatan
  4. Penataan manajemen sumber daya kesehatan dan pengelolaan Rumah sakit yang profesional
  5. Meningkatkan kualitas pelayanan RS Massenrempulu
  6. Pendidikan keahlian bagi kalangan dokter dan paramedis
  7. Peningkatan cakupan layanan kesehatan

BAB V

PROGRAM DAN KEGIATAN

Pokok – pokok program adalah penjabaran setiap agenda/kebijakan yang telah dikaji secara mendalam sehingga jelas prioritasnya dengan uraian sebagai berikut :

I. Peningkatan pelayanan kesehatan yang murah dan berkualitas

Sasaran dari agenda  ini adalah  meningkatnya  kualitas pelayanan  pada semua unit – unit  pelayanan di Rumah Sakit Umum Massenrempulu yang dapat diakses  oleh seluruh lapisan masyarakat  sehingga diharapkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Enrekang semakain meningkat. Pada akhirnya, masyarakat yang lebih sehat  akan berdampak pada peningkatan kreatifitas dan produktifitas kerja.

Pokok – pokok program yang akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas  pelayanan kesehatan pada semua unit  kerja di Rumah Sakit   meliputi :

  1. Program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan
  1. Kemitraan pengobatan bagi pasien kurang mampu
  2. Kemitraan pengobatan bagi pasien umum
  3. Penyusunan naskah akademis standar pelayanan kesehatan
  4. Penyusunan standar analisis belanja pelayanan kesehatan
    1. Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan
  1. Program standarisasi pelayanan kesehatan
  1. Program obat dan perbekalan  kesehatan

II.  Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan

Dalam sistem Kesehatan Nasional telah dijelaskan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya pencapaian derajat kesehatan di indonesia  adalah kurangnnya sarana dan infrastruktur penunjang  diberbagai pusat pelayanan kesehatan. Sasaran dari agenda program ini adalah tersedianya sarana dan prasarana RS yang berkualitas dan sesuai standar peralatan pelayanan  di RSU Massenrempulu. Beberapa program yang menjadi prioritas diantaranya :

  1. Program pengadaan, peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana RS
    1. Pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit
    2. Penambahan kelengkapan fisik RS
    3. Pengembangan ruang PONEK
    4. Pengembangan ruang rawat inap (VVIP,VIP,Kelas I,II,III)
    5. Pengembangan ruang poliklinik
    6. Pengembangan ruang isolasi
    7. Pengembangan ruang Radiologi dan laboratorium
    8. Pengadaan Reagens bahan habis pakai
    9. Pengadaan obat – obatan RS
    10. Pengembangan ruang penunjang medik
    11. Pengembangan ruang administrasi dan rekam medik
    12. Rehabilitasi bangunan RS
    13. Pengembangan Instalasi Limbah RS
    14. Pengadaan ambulance/mobil jenazah
    15. Pengembangan Ruang ICU,OK dan UGD
    16. Pengembangan dan Pengelolaan UTDRS
    17. Pengembangan Type RS / Akreditasi RS
    18. Pengembangan SIM RS
    19. Pengembangan Instalasi Gizi RS
    20. Pembangunan Kamar Jenazah
    21. Pengembangan ruang farmasi
    22. Program pemeliharaan sarana dan prasana RS
      1. Pemeliharaan rutin/berkala rumah sakit
      2. Pemeliharaan rutin/berkala ruang rawat inap rumah sakit (VVIP, VIP, Kelas I,II,III)
      3. Pemeliharaan rutin/berkala ruang gawat darurat
      4. Pemeliharaan rutin/berkala ruang ICU, ICCU, NICU
      5. Pemeliharaan rutin/berkala ruang operasi
      6. Pemeliharaan rutin/berkala ruang terapi
      7. Pemeliharaan rutin/berkala ruang isolasi
      8. Pemeliharaan rutin/berkala ruang bersalin
      9. Pemeliharaan rutin/berkala ruang inkubator
      10. Pemeliharaan rutin/berkala ruang bayi
      11. Pemeliharaan rutin/berkala ruang roentgen
      12. Pemeliharaan rutin/berkala ruang laboratorium rumah sakit
      13. Pemeliharaan rutin/berkala kamar jenazah
      14. Pemeliharaan rutin/berkala instalasi pengolahan limbah rumah sakit
      15. Pemeliharaan rutin/berkala alat-alat kesehatan rumah sakit
      16. Pemeliharaan rutin/berkala ambulance/mobil jenazah
      17. Pemeliharaan rutin/berkala mebeleur rumah sakit
      18. Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan rumah sakit

III.  Pengembangan  Promosi Kesehatan

Pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan sangat penting untuk memberi kesempatan  kepada masyarakat berperan sebagai subjek dalam pembangunan kesehatan. Sasaran dari program ini adalah meningkatnya kesadaran  dan pengetahuan masyarakat dalam berperilaku sehat dan memanfaatkan pelayanan kesehatan yang bermutu serta kesiap siagaan dalam penanganan masalah kedaruratan medik. Program yang akan dilaksanakan yaitu:

  1. Program Promosi Kesehatan dan pemberdayaan Masyarakat
    1. Pengembangan media promosi dan informasi sadar hidup sehat
    2. Pemetaan Alur RS
    3. Kegiatan  riset  tingkat kepuasan pelanggan

IV.  Penataan manajemen sumber daya kesehatan dan pengelolaan Rumah Sakit  yang profesional

Salah satu kunci pokok keberhasilan pembangunan kesehatan  adalah kualitas sumber daya manusia. Penguatan sumber daya manusia kesehatan bertujuan untuk memaksimalkan sumber-sumber daya lainnya ( sarana dan prasarana ).                    Dalam pembangunan kesehatan diperlukan berbagai jenis tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan melaksanakan upaya kesehatan dengan paradigma sehat, yang mengutamakan upaya peningkatan, pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit serta upaya kuratif ( pengobatan ). Sasaran dari agenda program  ini adalah untuk meningkatkan kecerdasan dan profesionalisme SDM kesehatan sehingga bisa lebih kreatif, inovatif, arif  dan bertanggungjawab dalam pelaksanakan tugas dan fungsinya.

Pokok-pokok program yang akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan di RSU Massenrempulu meliputi:

  1. Program pelayanan administrasi dan perkantoran
    1. Penyediaan Jasa Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
    2. Penyediaan jasa komunikasi sumber daya air dan listrik
    3. Penyedaan jasa kebersihan kantor
    4. Penyediaan alat tulis kantor
    5. Penyediaan barang cetakan dan pengggandaan
    6. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan
    7. Penyediaan peralatan rumah tangga
    8. Penyediaan makanan dan minuman
    9. Rapat – rapat kordinasi dan konsultasi ke luar daerah
    10. Penyediaan peralatan kebersihan ,perlengkapan dapur kantor,dan Laundry.
    11. Penyediaan Bahan Bakar Minyak Mesin / Kendaraan Operasional
    12. Koordinasi Konsolidasi dalam daerah dan peninjauan lapangan
    13. Pengelolaan administrasi keuangan dan perkantoran
    14. Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur
      1. Pendidikan dan pelatihan formal
      2. Diklat teknis dan fungsi bagi PNS  daerah
      3. Sosialisasi standar pelayanan minimal bidang kesehatan
      4. Program peningkatan disiplin aparatur
        1. Pengadaan mesin /kartu absensi
        2. Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya
        3. Pengadaan pakaian kerja lapangan
        4. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur
          1. Pengadaan perlengkapan gedung kantor
          2. Pengadaan peralatan gedung kantor
          3. Pengadaan kendaraan dinas /operasional
          4. Pemelharaan rutin berkala peralatan gedung Kantor
          5. Pemeliharaan rutin/ berkala kendaraan dinas operasional
          6. Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan
            1. Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD
            2. Penyusunan laporan keuangan semesteran
            3. Penyusunan pelaporan prognosis realisasi anggaran
            4. Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun
            5. Program sinkronisasi perencanaan dan penganggaran SKPD
              1. Penyusunan RKA SKPD
              2. Penyusunan DPA SKPD
              3. Program perencanaan pembangunan daerah

a.    Penyusunan Renstra SKPD

V. Pendidikan keahlian bagi kalangan dokter dan paramedis

Sasaran dari program ini adalah terpenuhinya kebutuhan tenaga ahli dan tenaga terampil RS sesuai kebutuhan dan standar pelayanan yang meliputu program :

  1. Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur
    1. Pemberian bantuan tugas belajar dan ikatan dinas

BAB VI

PENUTUP

Renstra  SKPD RSUM  merupakan penjabaran dari RPJMD Kabupaten 2009-2013 dengan menyesuaikan agenda  program kabupaten berdasarkan tugas pokok dan fungsinya. Renstra dimaksud disusun dan ditetapkan untuk menjawab dan memfokuskan upaya RSU Massenrempulu menghadapi tantangan pembangunan kesehatan yang semakin kompleks, berlangsung pesat dan tidak menentu.

Penyusunan renstra SKPD RSU Massenrempulu tahun 2009 – 2013 adalah  membuat suatu dokumen perencanaan pembangunan yang merupakan arahan /strategi pembangunan , sasaran-sasaran strategis yang ingin dicapai selama lima tahun ke depan serta memberikan arahan mengenai kebijakan umum dan program pembangunan daerah selama lima tahun kedepan. Dengan demikian, maka diharapkan  Renstra  ini menjadi landasan maupun pedoman bagi penyusunan rencana kerja tahunan SKPD.

Penyusunan Renstra SKPD RSU Massenrempulu  ini dilakukan sedemikian rupa sehingga hasil pencapainya sedapat mungkin dapat diukur dan juga diharapkan akan menjadi  pedoman dalam pelaksanaan  monitoring dan evaluasi kinerja serta penyusunan LAKIP SKPD.

LAKIP SKPD

BAB  I PENDAHULUAN

Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng merupakan bagian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng dan merupakan unsur penunjang yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati.

Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bantaeng Nomor 1 tahun 2003 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan, administrasi, organisasi dan tatalaksana serta memberikan pelayanan administrasi kepada seluruh perangkat daerah kabupaten dan pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Untuk menjalankan tugas pokok tersebut, fungsi sekretariat daerah adalah :

  1. Melaksanakan koordinasi staf terhadap segala kegiatan yang dilakukan oleh perangkat daerah dalam rangka penyelenggaraan administrasi pemerintahan.
  2. Pembinaan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan masyarakat dalam arti mengumpulkan dan menganalisis data, merumuskan program dan petunjuk teknis serta memantau perkembangan penyelenggaraan pemerintah, pembangunan dan pembinaan masyarakat.
  3. Pembinaan administrasi, organisasi dan tatalaksana serta memberikan pelayanan tehnis administrasi kepada seluruh perangkat daerah
  4. Koordinasi perumusan peraturan perundang-undangan yang menyangkut tugas pokok pemerintah daerah
  5. Mengumpulkan dan menganalisa data, merumuskan program dan petunjuk serta memantau perkembangan penyelenggaraan pembangunan ekonomi dan usaha-usaha daerah
  6. Melaksanakan hubungan masyarakat dan hubungan antar lembaga serta hubungan kerjasama antar kecamatan dan daerah baik dalam maupun luar negeri sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

ASPEK STRATEJIK ORGANISASI

Sekretariat  Daerah Kabupaten Bantaeng merupakan salah satu Perangkat Daerah yang mempunyai tugas dan fungsi yang sangat strategis dalam mendukung dan mewujudkan pelaksanaan otonomi daerah

Sebagai bagian yang integral dari pemerintahan Kabupaten Bantaeng , Sekretariat daerah mendukung pencapaian visi Kabupaten Bantaeng : “Mewujudkan Bantaeng yang Maju, Mandiri  Berlandaskan Iman dan Taqwa”. Sekretariat Daerah mendukung pencapaian visi itu melalui core bussiness Sekretariat daerah yaitu memberikan pelayanan tehnis administrasi kepada seluruh perangkat daerah termasuk pembinaan Organisasi dan ketatalaksanaan.

Dengan penetapan visi propinsi dan core business seperti yang diungkapkan diatas, issue stratejik yang dihadapi oleh Sekretariat Daerah adalah memperbaiki kinerja aparatur pemerintah daerah sehingga mampu menjalankan fungsi pelayanan masyarakat secara optimal dan prima.

STRUKTUR ORGANISASI

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, maka berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bantaeng Nomor 1 tahun 2003, Sekretariat Daerah mempunyai struktur/perangkat organisasi yang terdiri dari 3 asisten dengan uraian sebagai berikut :

1.      Asisten Bidang Tata Pemerintahan

a)   Bagian Pemerintahan

b)   Bagian Hukum

c)   Bagian Humas dan Protokol

2. Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan

a)   Bagian Pengendalian Ekonomi dan Pembangunan.

b)   Bagian Bina Mental Spiritual.

3. Asisten Bidang Administrasi

a)   Bagian Umum dan Perlengkapan

b)   Bagian Organisasi dan Kepegawaian

c)   Bagian Keuangan

  1. 2. Unit Pelaksana Teknis Dinas
  2. 3. Kelompok Jabatan Fungsional.

LINGKUNGAN STRATEJIK

LINGKUNGAN EKSTERNAL

Keadaan Geografis dan Topografi

Kabupaten Bantaeng terletak ± 120 Km arah Selatan Kota Makassar ibukota Propinsi Sulawesi Selatan, dengan posisi terletak antara 5°21’13’’- 5°35’26’ Lintang Selatan dan 119° 51’ 42” – 120° 05̉ 27’’ Bujur Timur. Kabupaten Bantaeng wilayahnya mulai dari tepi Laut Flores sampai ke pegunungan  sekitar Gunung Lompobattang tercatat memiliki luas wilayah sekitar 395,83 km² (39.583 ha) dengan rincian penggunaan lahan terdiri atas lahan sawah 7.253 ha (18,33%) dan lahan kering 32.330 ha (81,68%) dan panjang garis pantai 21,50 km. Kabupaten Bantaeng berbatasan sebelah utara dengan Kabupaten Gowa dan Bulukumba, sebelah selatan dengan laut Flores, sebelah timur dengan Kabupaten Bulukumba , sebelah barat dengan Kabupaten Jeneponto.

DEMOGRAFI

Mengacu pada hasil registrasi penduduk akhir tahun 2005, jumlah penduduk Kabupaten Bantaeng tercatat sebanyak 169.102 jiwa yang terdiri atas 83.892 laki-laki dan 85.210 perempuan, sedangkan tahun sebelumnya berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2003 tercatat sebanyak 167.284 jiwa (83.837 perempuan dan 83.447 laki-laki) terjadi peningkatan 1.818 jiwa atau 1,08 %. Sedangkan kepadatan penduduk pada periode yang sama terhitung sebesar 427 jiwa/km². Jumlah penduduk terpadat berada di Kecamatan Bantaeng yakni 1.176 jiwa/km² dan jumlah penduduk terbanyak berada di Kecamatan Pa’jukukang, yakni 39.841 jiwa, sedangkan jumlah penduduk terendah kepadatannya dan paling kecil jumlah penduduknya berada di Kecamatan Uluere yakni 186 jiwa/km² dan  19.845 jiwa.

KEADAAN WILAYAH ADMINISTRASI

Sampai dengan tahun 2006 wilayah Administratif Kabupaten Bantaeng terdiri atas 8 kecamatan. Kecamatan Tompobulu tercatat memiliki wilayah paling luas, yakni 76,99 km², sedangkan Kecamatan Bantaeng memiliki luas wilayah terkecil dengan luas 28,85 km

Tabel Luas Areal dan Banyaknya Desa serta Kelurahan

Dirinci per Kecamatan di Kabupaten Bantaeng

No. Kecamatan Luas (km2) Kelurahan

Desa

1 Bissappu 32, 84 Km 2 7

4

2 Bantaeng 28,85 Km 2 8 1
3 Tompobulu 76,99 Km 2 4 6
4 Uluere 71,29 Km 2 - 6
5 Pa’jukukang 48,90 Km 2 - 10
6 Eremerasa 45,01 Km 2 - 9
7 Gantarangkeke 52,95 Km 2 2 4
8 Sinoa 39,00 Km 2 - 6
Jumlah 395,83 Km 2 21 46

Sumber data:  Kabupaten Bantaeng dalam angka 2006.

LINGKUNGAN INTERNAL

1. Keadaan Pegawai.

Keadaan Pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng menurut kepangkatan sebagai berikut :

  • Pembina/Golongan IV                      =     7 orang
  • Penata/Golongan III                        =    48 orang
  • Pengatur/Golongan II                      =    27 orang
  • Juru/Golongan I                              =    48 orang
  • Tenaga Kontrak/Honorer                  =    35 orang

Jumlah = 165 orang

Keadaan pegawai menurut tingkat pendidikan :

  • Sarjana (S2)                               =    10 orang
  • Sarjana (S1)                               =    40 orang
  • Saraja Muda                               =      1 orang
  • SLTA                                                 =    24 orang
  • SLTP                                         =    59 orang
  • SD                                            =      3 orang

J u m l a h                                                = 137 orang

Jumlah pegawai yang telah mengikuti pendidikan dan latihan :

  • Diklat Sispanas                                    =    -  orang
  • Diklat SPAMEN/Diklat PIM Tk. II            =    1  orang
  • Diklat SPAMA/Diklat PIM Tk. III             =    4  orang
  • Diklat ADUM/ADUMLA                           =    2  orang
  • Diklat Manajemen Proyek                      =     -  orang
  • Diklat Bendaharawan                           =    3  orang
  • Diklat Lainnya                                     =     -  orang

J u m l a h                                                = 10  orang

Jumlah pegawai yang menduduki jabatan struktural dan fungsional :

  • Eselon II                                    =    2   orang
  • Eselon III                                   =    6   orang
  • Eselon IV                                   =  19   orang

J u m l a h                                 =  27   orang             

ANALISA LINGKUNGAN

Analisa strategi program (Strategic Analysis Programming)  Sekretaris Daerah Kabupaten  Bantaeng dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya senantiasa dipengaruhi oleh kondisi lingkungan baik internal maupun eksternal      ( ALI & ALE).

Adapun analisa lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja Sekretaris Daerah adalah sebagai berikut:

1. Analisa Lingkungan Internal  (ALI)

  1. a. Kekuatan (Strenght)

1)   Peraturan Daerah Kabupaten Bantaeng Nomor 1 tahun 2003 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng.

2)   Political Wil / Kebijaksanaan Bupati Bantaeng dan DPRD dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan

3)   Pelimpahan kewenangan dari Bupati

4)   Komunikasi dan koordinasi antar perangkat daerah

5)   Kerjasama dan semangat kerja staf yang tinggi

  1. b. Kelemahan (Wekkness)

1)   Terbatasnya Sarana dan Prasarana.

2)   Masih rendahnya profesionalisme aparat

3)   Terbatasnya biaya operasional yang tersedia

4)   Jumlah aparatur dibanding dengan beban tugas masih kurang

2. Analisa Lingkungan  Eksternal  (ALE)

  1. a. Peluang (Opportunity)

1)   Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.

2)   Undang-undang Nomor 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

3)   Dukungan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan

4)   Kerjasama antar Muspida dan Instansi Vertikal lainnya.

5)   Adanya dukungan Pemerintah Pusat.

b. Ancaman (Treath)

1)   Rendahnya tingkat kemampuan aparat merespon berbagai perubahan strategis, sehingga berimplikasi pada rendahnya kinerja aparat.

2)   Rendahnya tingkat keterampilan/kemampuan aparat dalam penguasaan teknologi yang berbasis komputer.

SISTEMATIKA PENYAJIAN

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah/LAKIP yang mengkomunikasikan pencapaian kinerja Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng tahun 2006 merupakan LAKIP yang disusun berpedoman Surat Keputusan Ketua LAN No. 239/IX/6/8/2003 tanggal 25 Maret 2003. Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja ini akan memungkinkan diidentifikasikannya sejumlah celah-kinerja (performance gap) bagi perbaikan kinerja di masa datang.

Dengan pola pikir seperti itu, sistematika penyajian LAKIP Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bantaeng tahun 2006 dapat diilustrasikan dalam bagan sebagai berikut :

BAB  II PERENCANAAN STRATEGIS

Sesuai tugas pokok dan fungsi yang diembannya, Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng mempunyai rencana stratejik yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 5 (lima) tahun, dengan mendasarkan pada isu-isu stratejik yang timbul baik issue stratejik lingkungan internal maupun eksternal yang akan menjadi potensi, peluang dan tantangan bagi Sekretariat Daerah. Rencana Stratejik Sekretariat Daerah ini mencakup pernyataan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, serta Cara Pencapaian Tujuan dan Sasaran akan diuraikan dalam bab ini. Selanjutnya sasaran yang ingin dicapai  dalam tahun 2006 akan dijelaskan dalam Rencana Kinerja (Performance Plan) 2006.

Perencanaan strategis merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dalam kurun waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul.

Visi

Berdasarkan tugas pokok dan fungsi Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng dan mempertimbangkan issue stratejik yang ada, maka visi Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng adalah sebagai berikut :

Mewujudkan Tertib Administrasi Pemerintahan Dalam Mendukung Visi Kabupaten Bantaeng

Misi

Agar visi yang telah dirumuskan dapat secara bertahap diaplikasikan, maka perumusan  misi adalah merupakan suatu hal yang sangat penting untuk mengarahkan operasionalisasi organisasi sehingga tujuan organisasi dapat tercapain sesuai dengan visi yang telah ditetapkan.

Oleh karena merupakan penentu arah tindakan operasional organisasi, maka perumusan misi perlu mempertimbangkan tugas pokok dan fungsi organisasi.

Misi Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng ditetapkan sebagai berikut :

1)      Meningkatkan usaha penguatan pemerintahan desa, penegakan hukum  produk daerah dan penguatan fungsi Humas dan Protokol

2)      Meningkatkan kualitas koordinasi dan pengendalian  pelaksanaan Pembangunan Perekonomian Daerah

3)      Meningkatkan pelayanan pengelolaan perangkat daerah  melalui penertiban administrasi Umum, keuangan, kepegawaian pengorganisasian

Tujuan

Tujuan pada dasarnya merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi organisasi yang memberikan gambaran tentang sesuatu yang akan dicapai atau yang ingin dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun. Dengan perumusan tujuan stratejik ini maka Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng dapat secara tepat mengetahui apa yang akan dilaksanakan dalam memenuhi visi dan misinya dalam jangka waktu satu sampai lima tahun ke depan dengan memperhatikan sumber daya yang dimilikinya.

Adapun tujuan stratejik Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng adalah sebagai berikut :

  1. Terwujudnya penyelenggaraan Kepemerintahan yang baik
  2. Terwujudnya koordinasi dan Pengendalian dalam pelaksanaan pembangunan Perekonomian Daerah
  3. Terwujudnya pelayanan administrasi yang dapat mendorong efektifitas  pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan

Sasaran Stratejik

Setelah merumuskan tujuan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan sasaran sebagai bagian integral dalam proses perencanaan stratejik. Fokus utama dalam penentuan sasaran adalah tindakan dan alokasi sumber daya organisasi. Dalam melaksanakan kegiatan atau operasional organisasi tiap-tiap tahun dalam kurun waktu 5 (lima) tahun.

Sasaran stratejik Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng merupakan bagian integral dalam proses perencanaan stratejik Sekretariat Daerah dan merupakan dasar yang kuat untuk mengendalikan dan memantau pencapaian kinerja Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng serta lebih menjamin suksesnya pelaksanaan rencana panjang yang sifatnya menyeluruh yang berarti menyangkut keseluruhan satuan kerja di lingkungan Sekretariat Daerah. Sasaran-sasaran yang ditetapkan sepenuhnya mendukung pencapaian tujuan stratejik yang terkait. Dengan demikian, apabila seluruh sasaran yang telah ditetapkan telah dicapai, maka diharapkan bahwa tujuan stratejik terkait juga telah dapat dicapai.

Penetapan sasaran ini diikuti dengan penetapan proggam yang akan dijalankan untuk mencapai sasaran terkait. Program tersebut sepenuhnya mendukung pencapaian sasaran.

Secara keseluruhan sasaran Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng adalah sebagai berikut :

Tujuan 1 :  Terwujudnya penyelenggaraan Kepemerintahan yang baik

Sasaran Stratejik
1.1.      Meningkatnya usaha pembinaan otonomi desa
1.2.      Meningkatnya administrasi produk hukum
1.3.      Terciptanya pengelolaan yang efektif fungsi humas dan protokol

Tujuan 2   Terwujudnya koordinasi dan Pengendalian dalam  pelaksanaan pembangunan Perekonomian Daerah

Sasaran Stratejik
2.1. Meningkatnya pengendalian, pelaporan dan evaluasi pelaksanaan pembangunan

Tujuan 3 :       Terwujudnya pelayanan administrasi yang dapat mendorong efektifitas  pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan

Sasaran Stratejik
3.1. Terwujudnya pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan efisien sesuai ketentuan yang berlaku
3.2. Terciptanya pengelolaan administrasi yang tertib
3.3. Terwujudnya organisasi perangkat daerah  dan aparat yang berakuntabilitas

Perencanaan Kinerja 2006

Berdasarkan Rencana Kinerja (Renja) Tahun 2006, telah ditetapkan 7 sasaran dengan dukungan Program dan Kegiatan sebagai salah satu strategik pencapaian sasaran. Rincian sasaran berikut Indikator kinerja, satuan dan targetnya dapat dilihat pada Lampiran 2. Tabel Rencana Kinerja Tahun 2006.

a. Strategi Pencapaian Sasaran

Guna mengarahkan pencapaian sasaran secara efektif, maka disusunlah program dan kegiatan yang implementasinya diatur melalui kebijakan/policy yang ditetapkan oleh Pimpinan.

Strategi pencapaian sasaran tersebut dijelaskan untuk masing-masing sasaran sebagai berikut:

  • Meningkatnya usaha pembinaan otonomi  desa dan  pemeliharaan ketertiban umum

Sasaran ini dilaksanakan melalui kebijakan Mendorong pemerintahan yang dapat mengefektifkan pelaksanaan otonomi daerah dengan rincian program dan kegiatan sebagai berikut :

No

Program

Kegiatan

1. Program Pembinaan Pemerintahan Desa 1. Pembinaan Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa.
2. Penyusunan Data Base Profil Desa Kelurahan Tahun 2006.
3. Bimbingan Teknis Pemerintah Kecamatan dan Desa/Kelurahan.
2. Program Penegakan Hukum Daerah 1. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati
2. Penertiban Perda dan Pengamanan Kantor Pemda dan Rujab Bupati dan Rujab Wakil Bupati.
  • Meningkatnya administrasi produk hukum

Sasaran ini dilaksanakan melalui kebijakan mendorong pemerintahan yang dapat mengefektifkan pelaksanaan otonomi daerah dengan rincian program dan kegiatan sebagai berikut :

No

Program

Kegiatan

1. Pengembangan sistem jaringan dan dokumentasi hukum
  1. Penyuluhan Hukum.
  2. Pembinaan Kelompok Kadarkum.
2 Program Penyusunan Produk

Hukum

  1. Sosialisasi PP 58 Tahun 2005.
  1. Sosialisasi Permendagri No. 24 Tahun 2006.
  1. Pengadaan Himpunan Peraturan Daerah dan Perundang-undangan.
  1. Pembuatan Lembaran Daerah / Berita Daerah.
  1. Bimbingan Teknis Pembentukan Produk Hukum Daerah Perda, Perpu.
  1. Pembuatan / Pengadaan Buku Dokumen / Kliping Berita Media Cetak dan Kumpulan Sambutan Bupati Bantaeng Tahun 2006.
  1. Sosialisasi Hak-Hak Asasi Manusia.
  1. Peliputan / Dokumentasi Kegiatan PHBN/PHBI dan Acara Seremonial Lainnya pada Lingkup Pemda Kabupaten Bantaeng.
  1. Sosialisasi tentang Peranan Media Massa kepada Generasi Muda dan Lomba Koran Dinding Penulisan Berita/Artikel.
  • Terciptanya pengelolaan yang efektif fungsi humas dan protokol Sasaran ini dilaksanakan melalui kebijakan mendorong pemerintahan yang dapat mengefektifkan pelaksanaan otonomi daerah dengan rincian program dan kegiatan sebagai berikut :

No

Program

Kegiatan

1

Program Peningkatan Kualitas Kegiatan Protokoler Daerah

1.    Pengawalan Pejabat Pemerintah Daerah

  • Meningkatnya pengendalian, pelaporan dan evaluasi pelaksanaan pembangunan

Sasaran ini dilaksanakan melalui Kebijakan mewujudkan koordinasi danpengendalian Pembangunan perekonomian Daerah dengan rincian program dan kegiatan sebagai berikut :

No

Program

Kegiatan

1.

Program Pembinaan Administrasi Pembangunan

1.    Pemantuan Kegiatan Pembangunan.

2.    Pengelolaan Administrasi Kepegawaian Lingkup Sekretariat Daerah.

3.    Pembuatan Leaflet / Brosur tentang Kebijakan Pemda Kabupaten Bantaeng.

  • Terwujudnya pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan efisien sesuai ketentuan yang berlaku

Sasaran ini dilaksanakan melalui kebijakan mewujudkan pengelolaan administrasi yang efektif dengan melakukan pengembangan administrasi,  keuangan, kepegawaian dan organisasi dengan rincian program dan kegiatan sebagai berikut :

No

Program

Kegiatan

1.

Program Pengembangan

Keuangan Daerah

1.    Penyusunan APBD Kab. Bantaeng TA 2006.

2.    Penyusunan Perubahan APBD Kab. Bantaeng TA 2006.

3.    Penyusunan APBD Kab. Bantaeng TA 2007.

4.    Penyusunan Sisa Perhitungan APBD Kab. Bantaeng TA 2006.

5.    Penyusunan Laporan Triwulan APBD TA 2006.

6.    Penyusunan Neraca Daerah TA 2005

7.    Penatausahaan Otorisasi Keuangan APBD TA 2006

8.    Asistensi/Verifikasi DASK SKPD TA 2006.

9.    Verifikasi Pertanggungjawaban Keuangan SKPD TA 2006.

10. Penatausahaan Pengelolaan SPMU

11. Penatausahaan dan Pembinaan Administrasi Gaji PNS

12. Bimbingan Tenis & Pendampingan Penyusunan APBD TA 2007 Berdasarkan Permendagri No. 13 Tahun 2006.

13. Pemantauan Kegiatan Ekonomi.

14. Peningkatan Pengelolaan Penerimaan Sekretariat Daerah.

  • Terciptanya pengelolaan administrasi yang tertib

Sasaran ini dilaksanakan melalui kebijakan mewujudkan pengelolaan administrasi yang efektif dengan melakukan pengembangan administrasi,  keuangan, kepegawaian dan organisasi dengan rincian program dan kegiatan sebagai berikut :

No. Program Kegiatan

1.

Program Peningkatan Sarana dan  Prasarana Pemerintah Daerah

1.    Pembangunan/Pemeliharaan Pasar Lambocca.

2.    Pembangunan/Pemeliharaan Pasar Banyorang.

3.    Rehabilitasi Mess Pemda dan Pemagaran Asset Pemda.

4.    Rehabilitasi Gedung Olah Raga Baruga Malilingi.

5.    Pembangunan Lanjutan Menara Panjat Dinding.

6.    Pembuatan Pagar Kantor, Pintu Gerbang dan Saluran Pembuangan.

7.    Pembangunan Kantor Kecamatan dan Gedung PKK.

8.    Pembuatan Tower, Ruang Studio dan Sarana Marching Band.

9.    Pengadaan Inventaris Pemkab Bantaeng.

10. Pemeliharaan Sarana Kantor

11. Pengadaan Barang Inventaris Rumah Jabatan Sekda.

12. Rehabilitasi Ringan Rumah Jabatan Sekda Bantaeng.

13. Rehabilitasi/Pemeliharaan Kantor Desa/Kelurahan.

14. Pembebasan Tanah.

15. Pembuatan Batas Wilayah Kecamatan, Desa dan Kelurahan.

16. Inventarisasi Pendayagunaan Asset Daerah.

17. Pensertifikatan Tanah.

  • Terwujudnya organisasi perangkat daerah  dan aparat yang berakuntabilitas

Sasaran ini dilaksanakan melalui kebijakan mewujudkan pengelolaan administrasi yang efektif dengan melakukan pengembangan administrasi,  keuangan, kepegawaian dan organisasi dengan rincian program dan kegiatan sebagai berikut :

No. Program Kegiatan

1.

Program Pembinaan Kelembagaan, ketatalaksanaan dan Aparatur

1.    Orientasi Pemahaman Keagamaan Bagi Aparatur.

2.    Pengelolaan Safari Ramadhan.

3.    Penyusunan LAKIP Pemkab dan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng.

4.    Penyusunan Penetapan Kinerja Pemkab dan Setda Kabupaten Bantaeng.

5.    Pengadaan Program ABK Penyesuaian PP 58 Tahun 2005.

6.    Bimbingan Teknis Bagi Anggota Satuan Polisi Pamong Praja.

7.    Analisa kebutuhan dan Pemutakhiran Data Pegawai (ANJAB)

8.    Penyusunan LKPJ Bupati.

9.    Penyusunan LPPD 2005.

10. Perkuliahan Instruktur Baca Tulis dan Terjemah Al’Quran (BTQ)

11. Pengajian PNS

12. Penatausahaan Administrasi Kegiatan Ekonomi dan Pembangunan.

13. Pelaporan Administrasi Kegiatan Ekonomi dan Pembangunan.

14. Penyusunan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Perangkat Daerah.

15. Pengadaan Sistem Informasi Pelayanan Satu Atap (SINTAP)

16. Pengadaan Kitab Suci Al’ quran

17. Pengadaan Al’quran dan Terjemahan.

18. Pengadaan Buku Metode Iqra.

19. Pengadaan Kaset Tadarus Al’quran dan Shalawat Nabi.

20. Pengadaan Buku Khotbah Jumat.

21. Pengadaan Al’ quran Per Juz

22. Pembekalan Ilmu Al’quran Bagi Guru Mengaji.

23. Operasional Pembinaan Bina Menspirit dan Pemantauan Guru Mengaji / TPA & Guru Qari / Qariah.

24. Pengkaderan Muballigh Muda.

25. Karya Bhakti TNI Imbangan

26. Pembinaan PPNS / Pemberdayaan PPNS.

27. Pemutakhiran Data dan Penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan Aparat Pengawasan.

28. Pengadaan Perlengkapan Satuan Polisi Pamong Praja.

29. Forum Dialog Wartawan dan Petugas Humas Pemerintah Kab. Bantaeng.

30. Restrukturisasi Organisasi Perangkat Daerah.

b. Target Kinerja Tahun 2006

Untuk dapat mengetahui keberhasilan implementasi Rencana Stratejik tahun 2006, seperti telah dijelaskan diatas, Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng telah menetapkan target untuk masing-masing sasaran yang harus dicapai.

Target ditetapkan untuk setiap indikator kinerja, baik untuk indikator tingkat sasaran maupun indikator kinerja (input, output, dan outcome) yang ada di tingkat kegiatan.  Ikhtisar rencana kinerja di tingkat Sasaran  pada tahun 2006 dapat dijabarkan dalam Lampiran 2 Rencana Kinerja Tahunan.

BAB  III AKUNTABILITAS KINERJA

Indikator Kinerja

Pengukuran capaian kinerja tahun 2006 yang didasarkan pada PP Nomor 108 Tahun 2000 ditetapkan dengan indikator kinerja yaitu input (masukan), output (keluaran), outcome (hasil), benefit (manfaat) dan impact (dampak), namun demikian pada tahun yang bersangkutan belum seluruhnya dapat diukur khususnya indikator benefit (manfaat) dan impact (dampak). Pengukuran kedua indikator tersebut tidak dapat diimplementasikan hanya pada satu kegiatan saja, tetapi akan sangat erat kaitannya dengan kegiatan lainnya, dan dalam implementasinya masih membutuhkan pembangunan infrastruktur atas sistem pengumpulan data yang didukung oleh sub sistem-sub sistem.

Pada tahun 2006, Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng telah mengukur capaian kinerja untuk kegiatan-kegiatan yang telah ditetapkan berdasarkan anggaran berbasis kinerja

Metodologi Pengukuran Pencapaian  Kinerja Tahun 2006

Pengukuran capaian kinerja dilakukan dengan menggunakan metode pembanding capaian kinerja sasaran. Metode pembandingan capaian kinerja sasaran dilakukan dengan membandingkan antara rencana kinerja yang diinginkan dengan realisasi kinerja yang dicapai organisasi. Selanjutnya akan dilakukan analisis terhadap penyebab terjadinya celah kinerja yang terjadi serta tindakan perbaikan yang diperlukan dimasa mendatang.  Metode ini bermanfaat untuk memberikan gambaran kepada pihak-pihak eksternal tentang sejauh mana pelaksanaan misi organisasi dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Hasil Pengukuran Kinerja

Dari hasil pengukuran pencapaian sasaran, seluruh target dalam indikator kinerja sasaran telah tercapai capai. Tecapainya target indikator kinerja ini secara optimal telah memberikan implikasi pada pencapaian sasaran.

Agar dapat memberikan gambaran capain sasaran-sasaran berdasarkan indikator yang telah ditetapkan berikut akan disajikan tabel indikator setiap sasaran stratejik.

No Sasaran Jumlah Indikator Jumlah indikator yang capaiannya sesuai target Prosentase pencapaian
1 Meningkatnya usaha pembinaan otonomi desa dan pemeliharaan ketertiban umum 5 4 80,00
2 Meningkatnya administrasi  produk hukum 11 10 90,91
3 Terciptanya pengelolaan yang efektif fungsi

humas dan protokol

1 1 100,00
4 Meningkatnya pengendalian, pelaporan dan

evaluasi pelaksanaan pembangunan

3 3 100,00
5 Terwujudnya pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan efisien sesuai ketentuan yang berlaku 14 13 92,86
6 Terciptanya pengelolaan administrasi yang tertib 17 17 100,00
7 Terwujudnya organisasi perangkat daerah  dan aparat yang berakuntabilitas 30 30 100,00
Rata-Rata Capaian Sasaran 94,82

Evaluasi dan Analisis Akuntabilitas Kinerja 2006

Secara umum, Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng telah dapat melaksanakan tugas utama yang menjadi tanggung jawab organisasi. Total tingkat capaian sasaran stratejik rata-rata adalah 94,82 % dari 7 (tujuh) sasaran stratejik yang ditetapkan terdapat 3 (tiga) sasaran yang belum mencapai kinerja yang diharapkan.

Rincian analisis capaian masing-masing sasaran stratejik dapat diuraikan sebagai berikut :

1

Meningkatnya usaha pembinaan otonomi desa dan pemeliharaan ketertiban umum

Pencapaian sasaran ini dilaksanakan oleh Bagian Pemerintahan , dengan indikator kinerja sebagai berikut :

Indikator Outcome Satuan Target Capaian % Capaian
Pelaksanaan pemantauan pemilihan Kepala Desa di sejumlah Desa Paket 1 1 100
Profil Desa dan Kelurahan tahun 2006 % 100 100 100
Anggota legislatif & aparat pemerintah (Kecamatan & Desa/Kel) telah mengikuti Bintek % 100 0 0
Tersedianya produk hukum Kabupaten Bantaeng Buah 15 15 100
Pengamanan PERDA dan Rumah Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 1 1 100
Prosentase Pencapaian Sasaran 80,00

Dari 5 (lima) indikator kinerja sasaran meningkatnya usaha pembinaan otonomi desa dan pemeliharaan ketertiban umum, 1 (satu) indikator kinerja sasaran yang tidak berhasil dicapai.

Tidak tercapainya 1 (satu) kinerja sasaran tersebut di atas disebabkan keterbatasan dana.

2

Meningkatnya Administrasi Produk Hukum

Pencapaian sasaran ini dilaksanakan oleh Bagian Hukum, dengan indikator kinerja sebagai berikut :

Indikator Satuan Target Capaian % Capaian
Terlaksananya penyuluhan hukum/sosialisasi perda Lokasi 20 20 100
Terlaksananya pembinaan kadarkum Klp 5 5 100
Tersosialisasinya PP pengganti PP No. 105 Tahun 2000 & Kepmen No. 29 Tahun 2002 Paket 1 0 0
Pembuatan pagar, pintu gerbang dan saluran pembuangan Unit 3 3 100
Tersedianya peraturan perundang-undangan yang berlaku Buah 16 16 100
Tersedianya Lembaran Daerah/Berita Daerah Buah 35 35 100
Sejumlah aparatur yang telah mengikuti bimbingan tekhnis produk hukum daerah Orang 40 40 100
Dokumen berita dan gambar kliping berita dan kumpulan sambutan Bupati Bantaeng Exp 300 300 100
Terlaksananya sosialisasi undang-undang No. 39/1999 Angk. 4 4 100
Adanya dokumen acara hari-hari besar % 100 100 100
Terlaksananya sosialisasi dan lomba penulisan pada generasi muda SMU/SMK 4 4 100
Prosentase Pencapaian Sasaran 90,91

Dari 11 (sebelas) indikator kinerja sasaran meningkatnya administrasi produk hukum, 1 (satu) indikator kinerja sasaran yang tidak berhasil dicapai.

Tidak tercapainya 1 (satu) kinerja sasaran tersebut di atas disebabkan keterbatasan dana.

3

Terciptanya pengelolaan yang efektif fungsi humas dan protokol

Pencapaian sasaran ini dilaksanakan oleh Bagian Hukum, dengan indikator kinerja sebagai berikut :

Indikator Satuan Target Capaian % Capaian
Pengamanan terhadap pejabat Pemkab. Bantaeng % 100 100 100
Prosentase Pencapaian Sasaran 100,00

Dari 1 (satu ) indikator kinerja sasaran terciptanya pengelolaan yang efektif fungsi humas dan protocol telah berhasil sesuai target.

4

Meningkatnya pengendalian, pelaporan dan evaluasi pelaksanaan pembangunan

Pencapaian sasaran ini dilaksanakan oleh Bagian Pengendalian Ekonomi dan Pembangunan , dengan indikator kinerja sebagai berikut :

Indikator Satuan Target Capaian % Capaian
Kesesuaian rencana & realisasi fisik % 80 80 100
Terlaksananya pengelolaan administrasi kepegawaian setda % 100 100 100
Adanya borsur Pemda Bantaeng Exp 1.600 1.600 100
Prosentase Pencapaian Sasaran 100,00

Dari 3 (tiga ) indikator kinerja sasaran meningkatnya pengendalian, pelaporan dan evaluasi pelaksanaan pembangunan  telah berhasil sesuai target.

5

Terwujudnya pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan efisien sesuai ketentuan yang berlaku

Pencapaian sasaran ini dilaksanakan oleh Bagian Keuangan, dengan indikator kinerja sebagai berikut :

Indikator Satuan Target Capaian % Capaian
Tersusunnya APBD T.A 2006 (Perda, Peraturan Bupati) Paket 1 1 100
Tersusunnya Perubahan APBD T.A 2006 (Perda, Peraturan Bupati Paket 1 1 100
Tersusunnya APBD T.A 2007 (Perda, Peraturan Bupati) Paket 1 1 100
Tersusunnya sisa perhitungan APBD T.A 2006 Exp 60 60 100
Tersusunnya data realisasi triwulan penerimaan dan pendapatan APBD T.A 2006 Triwulan 4 4 100
Tersusunnya Neraca Daerah T.A 2005 Exp 25 25 100
Tersedianya otorisasi keuangan SKPD % 100 100 100
Dokumen anggaran satuan kerja SKPD sesuai APBD/APBDP T.A 2006 SKPD 34 34 100
Terlaksananya verifikasi terhadap SPJ unit kerja SKPD 34 34 100
Terlaksananya pencetakan SPM dan daftar penguji SPM SKPD 34 34 100
Terlaksananya pencetakan kartu kendali dan daftar gaji SKPD 34 34 100
Terlaksananya Bimtek Permendagri No. 13 Tahun 2006 Paket 1 0 0
Pemantauan kegiatan ekonomi % 80 80 100
Tersedianya dana operasional dan insentif PAD % 100 100 100
Prosentase Pencapaian Sasaran 92,86

Dari 14 (empat belas) indikator kinerja sasaran terwujudnya pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan efisien sesuai ketentuan yang berlaku, 1 (satu) indicator kinerja sasaran yang tidak berhasil dicapai.

Tidak tercapainya 1 (satu) kinerja sasaran tersebut di atas disebabkan keterbatasan dana.

6

TTerciptanya pengelolaan administrasi yang tertib

Pencapaian sasaran ini dilaksanakan oleh Bagian Umum dan Perlengkapan, dengan indikator kinerja sebagai berikut :

Indikator Satuan Target Capaian % Capaian
Pembangunan dan pemeliharaan sarana pasar Paket 1 1 100
Pembangunan dan pemeliharaan sarana pasar Paket 1 1 100
Rehabilitasi mess pemda dan passangrahan Unit 2 2 100
Terlaksananya rehabilitasi gedung olahraga Baruga Malilingi Paket 1 1 100
Pembangunan menara panjat dinding Unit 1 1 100
Bangunan kantor Kecamatan dan panti PKK Unit 3 3 100
Terciptanya suasana kerja yang baik % 100 100 100
Berdirinya tower, tersedianya ruang studio dan bertambahnya sarana marching band Paket 2 2 100
Pengadaan inventaris Pemkab Bantaeng Paket 1 1 100
Pemeliharaan / perawatan sarana kantor Paket 1 1 100
Terlaksananya pengadaan inventaris rumah jabatan sekda Paket 1 1 100
Terlaksananya pemeliharaan rumah jabatan sekda Paket 1 1 100
Rehabilitasi pemeliharaan bangunan Kantor Desa/Kelurahan % 100 100 100
Tersedianya lahan/lokasi untuk kegiatan pembangunan Paket 1 1 100
Batas wilayah antara Desa/Kelurahan Kec/Kel 10 Kec/36 Kel 10 Kec/36 Kel 100
Terlaksananya pendataan barang inventaris milik pemkab Bantaeng Paket 1 1 100
Sertifikat tanah milik pemda Buah 40 40 100
Prosentase Pencapaian Sasaran 100,00

Dari 17 (tujuh belas  ) indikator kinerja sasaran terciptanya pengelolaan administrasi yang tertib  telah berhasil sesuai target.

7

Terwujudnya organisasi perangkat daerah  dan aparat yang berakuntabilitas

Pencapaian sasaran ini dilaksanakan oleh Bagian Organisasi dan Kepegawaian, dengan indikator kinerja sebagai berikut :

Indikator Satuan Target Capaian % Capaian
Terlaksananya pemahaman keagamaan Orang 100 100 100
Terlaksananya penerangan dan dakwah ramadhan Kec. 8 8 100
Tersusunnya Buku Lakip Pemkab & Setda Bantaeng Exp 30 30 100
Tersedianya buku dan penetapan kinerja Pemkab dan Setda Bantaeng Exp 30 30 100
Penyesuaian program ABK berdasarkan perUU Paket 1 1 100
Terlasananya bimbingan teknis Orang 50 50 100
Buku analisis jabatan Paket 1 1 100
Tersusunnya LKPJ Bupati Exp 26 26 100
Tersusunnya LPPD Exp 12 12 100
Terlaksananya program IBTQ Orang 40 40 100
Terlaksananya pengajian PNS Kali 24 24 100
Pengelolaan Adm. Kegiatan Ekonomi & Pembangunan % 100 100 100
Pelaporan laporan realisasi fisik  kegiatan ekonomi & pembangunan Exp 10 10 100
Buku pedoman standar pelayanan minimal Instansi 30 30 100
Terlaksananya pengadaan sistem informasi pelayanan satu atap (SINTAP) Paket 1 1 100
Terlaksananya pengadaan kitab suci Al’quran Buah 2.000 2.000 100
Terlaksananya Al’quran dan terjemahan Buah 300 300 100
Terlaksananya buku metode iqra di TPA Buah 5.000 5.000 100
Terlaksananya pengadaan kaset tadarus Al’quran dan Shalawat Nabi Buah 1.000 1.000 100
Terlaksananya pengadaan buku khotbah jum’at Buah 300 300 100
Terlaksananya pengadaan Al’quran perjuz Buah 300 300 100
Terlaksananya pembekalan ilmu guru mengaji Orang 300 300 100
Terlaksananya pemantauan kegiatan guru mengaji / TPATerlaksananya pengelolaan pemberian insentif guru mengajiTerlaksananya pembinaan Qari / Qariah Kali/Org 1000/18 1000/18 100
Terlaksananya pengkaderan muballligh muda Orang 80 80 100
Terbangunnya jalanTerbangunnya jembatanTerbangunnya rumah ibadah Jembatan 2 2 100
Meningkatnya pelaksanaan tugas PPNS secara profesional Orang 10 10 100
Terealisasinya tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan Temuan 65 65 100
Tersedianya kelengkapan personil anggota Sat Pol. PP Paket 1 1 100
Terlaksananya kegiatan forum dialog Orang 40 40 100
Tersedianya dokumentasi organisasi perangkat daerah Paket 7 7 100
Prosentase Pencapaian Sasaran 100,00

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.